Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Ada Orang Pingsan

Arfi.web.id - Kebanyakan orang akan merasa bingung dan panik ketika ada orang pingsan. Kemudian segala cara akan dilakukan, tak peduli bener atau salah yang penting “menolong.

Padahal, jika tidak ditangani dengan benar, bisa membahayakan bahkan bisa membunuh orang yang pingsan tersebut. Jadi, yuk belajar mengenai apa hal yang harus dilakukan ketika ada orang pingsan.

Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Ada Orang Pingsan
Ilustrasi orang pingsan (pexels.com)

Sebelum ke pembahasan inti, ada sedikit pertanyaan dulu. Kira-kira pingsan itu wajar tidak? Menurut kamu bagaimana? Wajar! Tidak wajar!

Jadi, untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu paham dulu dengan penyebab seseorang bisa pingsan.

Apa Penyebab Pingsan?

Kenapa orang bisa pingsan? Apakah pingsan terjadi tiba-tiba atau mendadak begitu saja, ataukah ada tahapnya?

Jadi, terjadinya pingsan berkaitan erat dengan suplai oksigen pada otak. Seperti yang diketahui, otak adalah organ yang sangat sensitif dengan oksigen. Ada penurunan suplai sedikit saja, maka otak akan ngambek dengan mengirim sinyal. Apalagi jika suplai oksigen telat dan berhenti, bisa kacau.

Jika diilustrasikan, mungkin otak akan berkata seperti ini; 

"kenapa persediaan oksigen saya turun? suruh semua sel yang ada di tubuh diam dulu deh, biar oksigennya mengalir dulu ke saya!"

Intinya orak tidak segan-segan menurunkan aktivitas sel pada seluruh tubuh agar oksigen masuk duluan ke dalam otak. Pokoknya otak itu the special one di tubuh. Nah, hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang mulai lemas dan mengantuk.

Dan apabila tubuh tidak berhasil memberikan suplai oksigen yang cukup pada otak, otak akan “ngambek maksimal”. 

"Sepertinya saya tidak ada pilihan lain. Shut down, saja lah!" begitu pikir otak.

Akhirnya otak akan "menonaktifkan" tubuh untuk sementara waktu agar mayoritas sel berhenti bekerja. Karena dengan cara tersebut memungkinkan otak untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Ya, itulah yang terjadi ketika seseorang pingsan. 

Jadi, sekarang sudah tahu apa penyebab utama orang pingsan? Betul sekali, adanya penurunan suplai oksigen.

Baca Juga: Manfaat Squat Bagi Ibu Hamil

Pertolongan Pertama Pada Orang Pingsan

Tujuan utama dari pertolongan pertama pada korban pingsan adalah memaksimalkan suplai oksigen ke otak dengan cara memanipulasi peredaran darah tubuh. Maka penanganan yang tepat sangatlah penting.

Memang caranya seperti apa? Mari simak ulasan di bawah ini.

1. Danger

Pastikan diri kamu (penolong) aman terlebih dahulu. Setelah itu, pastikan lingkungan di sekitar diri kamu dan korban juga aman. Jika semuanya benar-benar sudah aman, maka lanjut ke tahap berikutnya.

2. Respons

Cek respons korban (panggil nama atau melakukan rangsangan nyeri). Apakah korban merespons dengan baik? Apakah korban bernapas dengan lancar?

3. Shout

Jika korban tidak sadar, penurunan kesadaran (berbicara meracau, tidak jelas, orientasi buruk), atau bahkan tidak bernapas, maka segera panggil ambulans! 

Apa yang Harus dilakukan Sambil Menunggu Bantuan?

Perlu diperhatikan! Jangan melakukan hal-hal yang tidak penting ketika sedang menunggu ambulans!

Memangnya hal-hal tidak penting yang dimaksud ini seperti apa, sih? Nih, perhatikan apa yang tidak boleh dan apa yang boleh dilakukan terhadap orang pingsan.

Jangan Panik dan Posisikan Tubuh Korban dengan Benar

Hal yang satu ini tentu sudah jelas banget, ya. Jangan Panik! Hal yang harus dilakukan adalah telentangkan korban pada bidang datar. Kemudian taruh kaki korban di posisi yang lebih tinggi dari jantung. Posisi tersebut dapat membantu peredaran darah mengalir lebih cepat ke otak dengan bantuan gravitasi.

Hal yang tidak boleh dilakukan: jangan bingung-bingung untuk memosisikan korban duduk, pindah kesana kemari, dan lainnya. Hal tersebut hanya buang-buang waktu. Otaknya membutuhkan oksigen dengan segera. Jadi, selama tempat aman, maka posisikan seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Apabila ingin memindahkan korban; misal karena lingkungan sekitar kurang aman, maka dianjurkan memindahkan dengan tetap mempertahankan posisi kaki lebih tinggi. Jadi, butuh dua orang atau lebih untuk memindahkannya.

Jangan Memberikan Air Pada Korban Tidak Sadar

Perlu sekali diperhatikan karena memberi air cukup sering ditemui pada kasus pingsan. Jadi, apabila korban tidak benar-benar sadar jangan memberinya air karena berisiko menyebabkan aspirasi.

Aspirasi adalah kondisi ketika zat asing (misalnya air, muntahan, dan lainnya) masuk ke saluran pernapasan yang dapat menyumbat pernapasan. Fatalkah? Tentu saja Fatal!

Kalau memberi air pada saat korban tidak benar-benar sadar nggak boleh. Kira-kira kalau hanya mencipratkan air bagaimana? Tidak usah melakukan hal itu pada orang yang pingsan. Tidak ada gunanya! 

Ini kasusnya orang pingsan bukan orang nahan kantuk yang kemudian tidur. Memang keduanya sama-sama hilang kesadaran, tetapi sebab yang mendasarinya berbeda.

Daripada menciprat-cipratkan air, lebih baik mencoba mengajak orang pingsan berkomunikasi sambil menunggu bantuan datang. Ajak komunikasi sampai dia memberikan respons dengan sadar.

Memiringkan Kepala Korban Pingsan

Hal lain yang perlu dilakukan setelah meninggikan kaki korban adalah memiringkan kepalanya ke salah satu sisi. Tujuannya untuk mencegah terjadinya aspirasi.  

Walau tidak diberikan air oleh kamu (penolong), bisa saja air liur korban tumpah/muntah dengan sendirinya. Jika tidak dimiringkan, maka air tersebut bisa tertelan secara tak sengaja dan berisiko aspirasi.

Kalau Sedang Menunggu Bantuan Tiba-tiba Orang yang Pingsan Kejang, Bagaimana?

1. Coba longgarkan pakaian terutama yang ada di sekitar leher.

2. Telentangkan korban dengan posisi kepala dimiringkan untuk mencegah aspirasi (masuknya zat ke saluran pernapasan).

3. Bersihkan muntahan yang ada di mulut dan hidung secara perlahan (apabila ada).

4. Rekam sejak awal kejang hingga akhir (benar, didokumentasikan. Tapi, bukan untuk dijadikan bahan konten. Ini untuk diserahkan pada orang yang ahli seperti dokter).

5. Amati dan catat waktu serta bentuk kejang apabila paham (bagi orang awam, langsung rekam saja).

6. Tetap bersama korban hingga kejang berakhir.

7. Pastikan korban aman dari lingkungan yang berbahaya (misal benda-benda tajam).

8. Jangan memasukan apapun ke dalam mulut korban yang kejang karena dapat memicu komplikasi lebih parah. Maka dari itu, untuk orang awam cukup membuat dokumentasi yang nantinya diserahkan pada dokter.

9. Jangan memegangi badan korban erat-erat sampai melawan arah kejang karen hal tersebut bisa memicu cidera otot, bahkan tulang.

Jangan Memberikan Aromaterapi

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, jangan memberikan aromaterapi dalam bentuk apapun untuk membuat korban bangun atau sadar. Karena aromaterapi sifatnya subjektif. Ada yang suka dengan aroma tertentu, dan ada yang tidak. Bahkan bisa jadi korban alergi dengan aroma tertentu.

Jika korban sudah sadar penuh (tanda orientasi yg baik; kenal siapa dirinya, di mana ia berada, sekarang siang atau malam), komunikasikan kemungkinan-kemungkinan apakah dia belum makan. Dan jika sudah sadar penuh, baru boleh memberikan air. Jadi, berikan korban air minum.

Hindarkan dari Keramaian

Apabila terjadi keramaian (kalau terjadi di ruang publik hampir bisa dipastikan ramai), suruh mereka pergi. Mereka adalah para pencuri oksigen. Dan seperti yang sudah dijelaskan di awal-awal, penyebab pingsan adalah penurunan suplai oksigen.

Satu hal lagi, meskupun korban sudah sadar penuh, jangan buru-buru membangunkan (menyuruhnya berdiri) korban yang pingsan. Ini sangat penting. Tunggu beberapa waktu sampai korban benar-benar sudah siap bangkit.

Bagaimana kalau orang tersebut tiba-tiba jatuh lagi sambil meringis dan memegang bagian dadanya?

Pastikan apakah itu serangan jantung atau tidak. Jika iya, satu-satunya pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah membawanya ke UGD segera!

Tetapi apabila korban menjawab; belum makan dalam enam jam terakhir, mempunyai penyakit diabetes, dan atau haus. Maka berilah minuman yang mengandung gula atau jus buah. Karena kemungkinan besar penyebab dia pingsan adalah hipoglikemia akibat kelaparan atau dehidrasi.

INGAT! Semua itu dilakukan (memberi minum, jus, makan) dengan catatan korban harus sadar penuh!

Kemudian lakukan pemeriksaan lanjutan juga, untuk melihat apakah ada cidera pada tubuh korban, misalnya memar karena posisi jatuh yang salah, perdarahan, dan lainnya.

Segera atasi masalah yang ditemukan dengan benar.

Terus Dampingi Korban Sampai Bantuan Medis Datang

Pokoknya kamu (penolong) yang sudah dari awal mendampingi korban, bahkan mungkin menyaksikan korban kejang, jangan pergi. Karena kamu akan menjadi narasumber penting nantinya. 

 

Dirangkum dari utas yang dibuat oleh akun twitter: Rizal do @afrkml

Related Posts

Posting Komentar